Lelaki Pintu Surgaku

Sebenarnya bisa dikatakan aku sangat jarang menulis tentangnya. Bukannya tidak ingin. Tapi, ini atas permintaanya untuk tidak ikut membawa-bawa dia dalam dunia kesenanganku menulis. Yaa sekali waktu tidak mengapalah. Aku menuliskan tentang dia. Lelaki pemegang pintu surgaku. ^_^

Dia lelaki yang aku ingin untuk terus dan menghabiskan hidupku bersamanya. Perawakannya yang kukuh tinggi hanya membuatku berada di bawah pundakknya bila berdiri. Lembut?? Pasti!! Meski kebanyakan orang menilainya lelaki serius, tapi padaku dia selalu lembut. Tidak pernah berkata keras. Malah sering saat dia tak berhasil menasihatiku, matanya akan mengambang menyimban embun.

Perhatian??? Pasti dong! ^_^ Dia akan memenuhi semua hal yang mampu membuatku bahagia. Contohnya dari semua seleraku, makanan, pakaian, hobiku menulis (meski dia tidak suka membaca tulisanku ^_^) dan kali ini. Dia tengah memenuhi keinginan besarku untuk segera memiliki istana kecil. He hee.. Kalo ini sebenanrnya aku yang maksa. Meski dengan modal kenekatan,

Baik??? Pasti dong! Karena baiklah aku dulu memilihnya. Lelaki yang kutahu tidak open dan sangat jutek terhadap wanita, tiba-tiba datang memintaku untuk hidup bersamanya. Tanpa ba bi bu kusuruh dia bertemu bapakku tercinta. Langsung deh! bapak ibuku jatuh cinta padanya yang jauh dari kesan urakan. selalu rapi meski sederhana dan bertanggung jawab. Nyatanya setelah menikah kami langsung hidup mandiri tanpa minta sana sini. ^_^

Shalihkah? Itulah yang kuyakini. Karena dia sellau memperlakukanku dengan ma'ruf. Memberiku nafkah yang halal. Berlaku baik pada semua orang dan terus berusaha untuk amar ma'ruf nahi mungkar di jalan-Nya.

Selama aku berada di sampingnya, rasanya aku telah menuai banyak kebaikan. Aku jadi ingat sebuah perkataan. "Sebaik apakah seseorang yang kau pilih untuk menjai pasangan hidupmu, benar-benar akan kamu ketahui setelah engkau bersamanya. Bertambah kebaikanmukah atau tidak."

Dan yang kurasa aku telah terdidik lebih baik bersamanya. Jadi, alasan aku mencintai dan ingin hidup bersamanya selama-lamanya samapi batas nafasku adalah karena aku menginginkan surga. Surga di dunia dan akhirat.

Bandar Lampung, 23 September 2014

Komentar

Postingan Populer